Tingkatkan Partisipasi Pemilih Melalui RPP, KPU PB Ajak Peyelenggara Paham Dasar Kepemiluan

Ketua KPU PB Amus Atkana, SPt., MM bersama tiga komisioner lainya yaitu, Pascalis Semunya, SSos, Christine Rumkabu, SP., MSi dan Abdul Halim Shidiq, SSos serta Sekretaris KPU, Ir MR Thambrin Payapo MH didampingi sejumlah komisioner KPU Kabupaten/Kota meresmikan RPP, Selasa (27/12) di Sekretariat KPU PB.
Ketua KPU PB Amus Atkana, SPt., MM bersama tiga komisioner lainya yaitu, Pascalis Semunya, SSos, Christine Rumkabu, SP., MSi dan Abdul Halim Shidiq, SSos serta Sekretaris KPU, Ir MR Thambrin Payapo MH didampingi sejumlah komisioner KPU Kabupaten/Kota meresmikan RPP, Selasa (27/12) di Sekretariat KPU PB.

MANOKWARI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat (PB) kembali berupaya meningkatkan partisipasi pemilih melalui Rumah Pintar Pemilu (RPP) dengan mengajak seluruh penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yang ada di PB untuk lebih memahami dan mengetahui dasar kepemiluan.

Ketua KPU PB Amus Atkana, SPt., MM mengatakan bahwa salah satu bagian terpenting tanggung-jawab Penyelenggara (KPU red) adalah meningkatkan partisipasi masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

“Penyelenggara wajib mengetahui dan memahami dasar Kepemiluan. Sehingga dapat menjelaskan pada masyarakat kapan saja seputar Pemilu,” ungkap Amus usai meresmikan RPP KPU PB, yang diikuti Anggota dan Sekretariatan KPU se-Kabupaten/Kota, Selasa (27/12) siang.

Ketua KPU PB Amus Atkana, SPt., MM bersama sejumlah komisioner KPU se-Kabuapaten/Kota memantau langsung RPP, Selasa (27/12) di Sekretariat KPU PB.
Ketua KPU PB Amus Atkana, SPt., MM bersama sejumlah komisioner KPU se-Kabuapaten/Kota memantau langsung RPP, Selasa (27/12) di Sekretariat KPU PB.

Amus menjelaskan, RPP merupakan program yang dicanangkan KPU RI dengan tujuan memberikan edukasi atau pendidikan demokrasi sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih. Selain itu sebutnya, bahwa tujuan umumnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi baik secara kualitas maupun kuantitas. Sedangkan tujuan khususnya, menanamkan nilai- nilai demokrasi yang berintegritas.

“Sekali lagi kita jelaskan bahwa RPP ini adalah bagian dari transfer pendidikan kepemiluan yang tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Usai peresmian yang juga dilakukan bersama tiga komisioner lainya yaitu, Pascalis Semunya, SSos, Christine Rumkabu, SP., MSi dan Abdul Halim Shidiq, SSos serta Sekretaris KPU, Ir MR Thambrin Payapo MH itu, Amus menghimbau seluruh penyelenggara di PB, baik di tingkat Provinsi maupun di 13 Kabupaten/Kota untuk mampu mengelola dan menghadirkan RPP dengan baik.

“Penyelenggara di daerah wajib memilki RPP karena fungsi yang mendasar adalah memberikan pendidikan pada masyarakat melalui visual maupun audio dan vidio terkait sejarah dan perkembangan kepemiliuan bangsa kita,” Ucapnya.

img20161227134734

Diingatkannya lagi, menjadi catatan dalam pengelolaan RPP nantinya, bukan sekedar membangun, namun makna dari hal itu atau jauh lebih penting yaitu, sebagai pengelola dituntut wajib mengetahui hal-hal dasar kepemiluan. Selain memiliki kemampuan manajemen dalam mengelola RPP.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita (KPU/Peyelenggara red)) harus lebih tau isi dari RPP ini,” tegasnya.

img20161227132308

Menurutnya, dasar dicanangkannya RPP ini ialah merujuk pada Undang-undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2010 terkait petunjuk teknis dari UU nomor 14 tahun 2008. Dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) nomor 1 tahun 2010 serta Peraturam KPU (PKPU) nomor 1 tahun 2015 tentang KIP.

“Jadi karena dasar itu, tak ada alasan lagi, KPU wajib menyampaikan informasi kepemiluan pada masyarakat. Baik melalui RPP yang baru saja kita resmikan, Iklan di TV maupun website-KPU. Karena semakin banyak masyarakat paham dan mengetahui tentang Pemilu maka tingkat konflik Pemilu juga semakin rendah,” tuturnya.

Saat ini, lebih lanjut dikatakan Amus, RPP yang dibuat tersebut, tidak memiliki tempat atau gedung tersendiri dan sementara menyatu dengan gedung kesekretariatan KPU PB. Namun sebut dia pihaknya telah mengusulkan pada Pemerintah Provinsi PB, untuk dapat dibangun gedung tersendiri pada lahan milik KPU PB yag tersisa.

Sehingga nantinya RPP dan PPID (Pusat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi) yang terlebih dulu diresmikan dapat dikelola lebih baik dan terarah.

“Kami sudah usulkan ke-pemerintah PB, untuk dibahas tahun ini (2016) kalau dimungkinkan, tahun depan (2017) kita sudah bisa membangun gedung yang respentatif yang dilengkapi laboratorium kepemiluan sehingga semua orang bisa langsung mengakses lebih jelas,” imbuhnya.

Semoga dengan hadirnya RPP ini, dapat membantu masyarakat untuk memperoleh infomasi kepemiluan secara langsung dan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu. Bukan hanya itu sebut dia, KPU PB juga memilki website yang dilengkapi informasi seputar jadwal dan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menyelenggarakan di PB.

“Masyarakat bisa membuka langsung website KPU PB guna mengetahui perkembangan jadwal dan tahapan Pilkada kita,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya KPU PB, telah meresmikan RPP di dua Kabupaten yaitu, KPU Raja Ampat dan KPU Sorong Selatan. Kedua daerah tersebut merupakan Pilot Projeck pertama KPU PB ditahun 2016. (TNJ)

KPU Papua Barat

Jl. Arfai II, SMKA Manokwari - Papua Barat

0986-211913

[email protected]

Facebook KPU Papua Barat

Twitter KPU Papua Barat

Kontak Kami